Arsip | Desember, 2013

Liburan

29 Des

Sementara para rekan Trigana-Biker bersiap untuk melakukan touring ke Lembang Sabtu tanggal 21 Desember 2013, maka dengan berat hati, saya meminta maaf untuk tidak bisa joint, karena sudah janji dengan dengan keluarga untuk menemai anak yang paling kecil usia 8 tahun, melakukan liburan ke Jawa Tengah dan akan berangkat menggunakan mobil kamis malam tanggal 19 Desember 2013. Sengaja berangkat sebelum libur resmi sekolah, agar kembalinya bisa lebih cepat sehingga bisa tetap kekantor diliburan panjang akhir tahun ini.

Perjalanan dimulai berangkat dari rumah tepat jam 12 malam, dengan penumpang dewasa 2 orang dan anak-anak 5 orang, karena ada 4 orang keponakan yang ikut, melalui tol Cikampek, masuk ke rest area terdekat untuk isi bensin karena memang sudah sejak kemarin indicator menyala kuning (tangki hampir habis). Biasanya saya selalu isi bensin type Super di Shell. Karena di rest area ini hanya ada SPBU Pertamina, maka saya isi dengan Pertamax. Perjalanan dilanjutkan. Setelah keluar dari pintu tol di Cikarang, tempat mengambil kartu toll, terjebak kemacetan panjang. Ternyata ada perbaikan jalan di antara Krawang barat dan Krawang Timur. Kemacetan ini membuat perjalanan jadi mundur 1 jam. Sangat baik sekiranya pengelola toll memberikan informasi, sehingga para pengguna jalan bisa membuat keputusan apakah lanjut terus atau istirahat sebentar. Tanpa informasi, para pengguna jalan tidak tahu, penyebab kemacetan serta seberapa panjang kemacetan yang sudah terjadi. Informasi yang sifatnya sepele ini sangat bermanfaat bagi semua pengguna jalan toll. Tanpa informasi, semua pengguna jalan yang terjebak kemacetan hanya bisa menduga-duga sambil bersumpah serapah.

Selepas kemacetan, perjalanan lancar sampai keluar pintu tol Cikampek, kemudian seperti biasa agak tersendat di simpang jomin, setelah itu kembali normal dan masuk jalan raya Pantura yang sangat terkenal sebagai jalur tengkorak (karena seringnya terjadi kecelakaan lalulintas). Bagaimana tidak akan banyak kecelakaan, kalau kendaraan berat seperti truk tronton, truk gandeng, bis besar jalannya malah disebelah kanan, yang seharusnya jalur untuk kendaraan yang lebih cepat. Jadi bila mau mendahului truk atau bis, kendaraan kita harus menyalibnya dari sebelah kiri yang notabene sangat sulit untuk pengemudi yang duduknya disebelah kanan. Setelah bisa menyalib truk dari kiri, kadang langsung berhadapan dengan kendaraan lain yang jalannya lebih lambat di sebelah kiri, untuk menusulnya kembali harus banting setir kekanan bergaya zig-zag, begitu seterunya selama di jalur tengkorak. Sehingga harus benar-benar super hati-hati, apalagi berjalan dimalam hari. Tidak tahu juga sejak kapan diberlakukan truk dan bis disebelah kanan dan nyalib dari kiri. Awal tahun 70an saat saya sering naik bis dari Jakarta ke Semarang, aturan aneh ini sudah berjalan. Walaupun tidak sesuai dengan aturan yang baku dalam berlalulintas, tapi tidak pernah ada penertiban dari Kepolisian. Akibatnya sesuatu yang tidak wajar dan melanggar hukum, karena terbiasa menjadi sesuatu yang wajar dan aturan yang benar, jadi tidak berlaku lagi..

Karena waktu sudah menunjuk jam 04:40, berhenti disebuah Mesjid sebelum kota Cirebon untuk Sholat Subuh sambil meregangkan kaki dan punggung yang sudah mulai terasa pegal. Setelah Sholat, perjalanan dilanjutkan melalui tol Kanci-Pejagan. Keluar Pejagan, menuju arah Purwokerto, jalan mulai meliuk-liuk dan naik turun. Terasa injakan pada pedal gas serta tenaga mesin sangat tidak seimbang, seperti ada yang ngempos  tenaganya. Saya coba telpon teman ahli kendaraan, dia tanya apakah diisi pertamax?, saya jawab iya. Lalu katanya kalau kedaerah dari pada isi pertamax, mending isi premium saja, karena pengaruh ke mesin sama saja.Tiba di Purwokerto sekitar jam 07:30, berhenti untuk sarapan di sebuah rumah makan. Anak-anak langsung pesan nasi goreng semuanya. Setelah tidak tidur semalaman, saya agak mengantuk. Isteri menggantikan memegang kemudi Dengan isteri saya yang mengemudi, saya langsung tidur, dan dibangunkan didepan sebuah Mesjid setelah kota Banjarnegara, dimana waktu sudah jam 11:30 untuk Sholat Jumat. Setelah selesai Sholat Jumat bersama anak saya dan keponakan yang laki-laki, perjalanan dilanjutkan menuju Wonosobo dan berhenti di Dieng sekitar jam 14:30.

Udara di Dieng sangat dingin dengan angin bertiup kencang disertai kabut tebal dan hujan yang kadang gerimis kadang turun deras. Beberapa lokasi wisata di Dieng disinggahi seperti Dieng Plateu, kawah sikidang, telaga warna, candi seribu  dan lainnya sambil mampir di warung untuk pesan kopi panas dan Mie Ongklok pengganti makan siang. Teringat saat touring dengan rekan Trigana-Biker ke Dieng, semua biker pada pesan kopi Purwoceng (khusus lelaki).

Image

Image

Setelah Magrib, perjalanan dilanjutkan menuju Magelang, dan akan bermalam disana. Sebelum masuk Magelang mampir di rumah makan prasmanan, yang cukup lezat rasanya serta harganya cukup murah. Tiba di penginapan yang sudah dipesan jauh hari sebelumnya, sekitar jam 21:00. Anak-anak setelah mandi, langsung tidur.

Sabtu pagi setelah sarapan, perjalanan menuju Ketep pass, sampai disana, kabutnya tebal sehingga gunung Sumbing dan Sindoro yang biasanya terhampar dengan indahnya, tidak terlihat. Ya sudah semua sesi foto-fotoan hanya berlatar belakang kabut putih. Lalu perjalanan menuju Ambarawa dengan tujuan Musium Kereta Api, dimana saya sudah janji kepada anak, bahwa di Ambarawa bisa naik kereta kuno yang masih pakai batubara, keliling ambarawa. Ternyata setiba disana, Musium Kereta Api tersebut tutup, dengan secarik kecil pengumuman karena akan di renovasi. Agak kesal juga, sudah jauh-jauh datang ternyata tutup. Saya Tanya kepada salah seorang pedagang makanan disitu, sejak kapan ditutupnya, katanya sudah hampir 3 tahun ditutup, tanpa ada kejelasan kapan dibuka kembali. Pedagang tersebut juga cukup kesal, karena otomatis rejekinyapun berkurang. Seharusnya pihak KAI bisa mengumumkan status dari Musium ini di laman website mereka. Karena ada keluarga yang nasibnya seperti saya juga, padahal mereka datang dari Bengkulu. Saya lihat juga tidak ada tanda-tanda sedang dilakukan renovasi. Buat mengurangi kekesalan, sesi foto dari luar pagar tetap berlanjut. Dari Musium kereta tutup ini, mengarah ke Musium perjuangan “Palagan Ambarawa”. Dengan harga tiket masuk yang murah, banyak peninggalan sejarah perang kemerdekaan yang bisa kita lihat dan menjelaskannya kepada anak-anak. Sempat ber sms an dengan pak Jois, mengenai touringnya, diinfokan semua lancar dan saat ini semua rekan lagi pada berendam di Ciater.

Dari Ambarawa, menuju Candi Borobudur di Muntilan, kemudian candi Prambanan dan kembali lagi ke Magelang. Hari Minggu, start jam 9 pagi dari penginapan, menuju Jogyakarta dan menghabiskan waktu disana sampai malam dari melihat keraton, ke Kaliurang untuk melihat-lihat bekas lutusan gunung Merapi dan lesehan di malioboro malam hari. Jam 11 malam kembali ke Magelang. Selama perjalanan, hujan turun terus tidak pernah berhenti.

Senin pagi jam 9 siap-siap untuk kembali ke Jakarta, rute pulang sama dengan rute berangkat. Selama di perjalanan juga terus kehujanan. Berhenti pada tempat-tempat yang menarik untuk berfoto. Saya menyetir bergantian dengan isteri. Makan malam agak telat sekitar jam 9 malam didaerah Ketanggungan. Setelah makan malam, langsung masuk tol pejagan keluar Cirebon dan masuk lagi tol Cikampek sampai Jakarta, dan tiba dirumah dengan selamat jam 2 pagi. Walaupun lelah, tapi melihat wajah anak serta keponakan yang merasa puas, maka rasa lelahpun jadi hilang. Semoga liburan kali ini membawa kenangan yang cukup indah bagi anak saya serta saudaranya yang lain.

Touring ke Bandung

9 Des

Rabu tanggal 4 Desember 2013 sore selepas jam kerja kantor, sambil duduk-duduk didekat Musolah, ngobrol untuk kegiatan pada akhir pecan nanti. Kebetulan berdasarkan info dari beberapa teman kantor yang menjadi anggota BB (Bikers Brotherhood), sebuah komunitas pengendara sepeda motor antic buatan Amerika dan Eropa yang bermarkas di Bandung, bahwa BB akan mengadakan acara Ultahnya yang ke 25 di Bandung, tepatnya di Gudang Persediaan PT. KAI. Beberapa kali menghadiri acara Ultah BB ini selalu ramai dengan bermacam suguhan yang sangat menghibur, baik untuk para biker maupun untuk masyarakat disekitar kegiatan acara berlangsung.

Diputuskan untuk riding bareng ke Bandung, dengan rencana berangkat Jumat malam dan kembali Sabtu malam. Rute Jakarta ke Bandung atau sebaliknya disaat akhir minggu pasti rame macet, sangat tidak nyaman untuk berkendara (naik motor atau naik mobil). Tapi banyak orang yang cuek-cuek saja dengan kemacetan, mungkin sejak berangkat dari rumahnya memang sudah diniatkan banget untuk tetap sabar dalam kemacetan yang penting bisa jalan-jalan dengan keluarga. Karena tidak ingin ketemu macet tersebut, maka banyak rekan-rekan Trigana-Biker selalu start melakukan perjalanan dimalam hari, biasanya diatas jam 11 malam, tergantung sikonnya.

Hari Jumat, selesai sholat Jumat, beberapa rekan minta ijin untuk jalan duluan, ini rekan-rekan yang tidak suka jalan dimalam hari, karena takut ngantuk. Mereka lebih suka bermacet ria asal jalannya di siang hari. Selepas Magrib, saya check lagi ke beberapa rekan, siapa yang akan jalan nanti malam, ternyata hanya bro Jois beserta anaknya yang Penerbang di Garuda yang akan jalan, tapi sekarang bro Jois sedang antar permaisurinya dulu ke bandara. Sampai jam 11 malam, saya tunggu dikantor ternyata tidak ada yang nongol, cuaca dari sore hujan deras terus menerus, diseling berhenti sebentar, gerimis dan deras lagi. Saat mau jalan saja sendiri, dapat info dari pak Tridjana bahwa ada kesalahan info dari penginapan di Bandung, sehingga baru bisa check in hari Sabtu siang. Terpaksa keberangkatan ditunda, daripada sampai di Bandung masih tengah malam, tapi tidak bisa istirahat. Kembali pulang kerumah, dimana sudah ditunggu anak yang paling kecil, usia 8 tahun. Berubah lagi rencana, daripada sendirian dijalan, mendingan ajak anak, kebetulan dia libur sehari setelah selesai ulangan semesteran. Jadilah Sabtu pagi jam 6 berangkat naik si roda empat bersama anak ke Bandung. Alhamdulillah, dijalan sangat lancar, dan tiba di Bandung jam 8. Karena belum bisa masuk penginapan, muter dulu cari sarapan pagi. Kontak ke bro Jois, menanyakan kenapa tidak jadi riding, dijawab karena dapat info tidak dapat penginapan. Coba kontak beberapa teman lama yang tinggal di Bandung, ternyata tidak satupun lagi berada di Bandung, ada yang lagi nyangkul (tugas) di Timika, ada yang belon balik dari tempat tugas, ada yang lagi jagain cucunya diluar kota, ada yang hp nya gak nyambung-nyambung, nyebelin.

Selesai sarapan, sudah jam 10, karena ke penginapan juga belum bisa masuk, ya udah langsung saja ke lokasi acara ultah BB. Ditempat acara, celingukan cari-cari teman biker yang kenal, tapi belum ketemu. Cuaca yang tadinya hujan deras, berubah cukup cerah walaupun masih terlihat agak mendung. Hal ini sangat dibutuhkan mengingat ketua BB yang dipanggil dengan sebutan El Presidente akan datang dengan menggunakan helicopter, dan juga akan ada atraksi terjun payung yang salah satu penerjunnya adalah sesepuh BB. Pilot yang membawa penerjun serta Pilot helicopter yang membawa ketua BB adalah  anggota BB semua. Memang  anggota BB ini terdiri dari beragam profesi. Sekitar jam 12, Ketua BB tiba, dan langsung acara pembukaan yang diteruskan dengan beberapa hiburan. Biker yang datang disamping anggota BB dari luar Bandung juga banyak komunitas biker yang lain yang ikut hadir. Bahkan ada Biker dari Negara tetangga seperti Singapore dan Malaysia. Saya sempat ngobrol dengan salah seorang biker dari Malaysia. Dia datang ke Bandung bersama keluarganya naik pesawat. Sementara dia ke acara BB, keluarganya shopping di outlet-outlet di Bandung. Kenyataannya emang banyak warga Negara tetangga yang berakhir pekan di Bandung.

Sempat ketemu dengan beberapa bikers yang memang teman lama dan 15 tahun lalu pernah barengan touring ke Sumatera dan Sulawesi. Sambil lihat-lihat lapak (kios-kios yang berjualan aksesoris biker), juga ketemu beberapa teman lama dari berbagai komunitas motor.

 Image

Setelah membeli beberapa T-shirt untuk anak, serta beberapa buah T-shirt khusus BB, oleh-oleh untuk rekan biker dikantor yang tidak sempat datang ke Bandung, jam 5 sore dari tempat acara menuju penginapan. Setelah check in, langsung ketiduran dikamar. Dibangunin anak sekitar jam 7 malam, dan minta pulang karena sudah janjian sama teman-temannya untuk bersepeda Minggu pagi disepanjang BKT (Banjir Kanal Timur). Dalam perjalanan pulang, hanya kena macet sebentar di Pasteur, setelah itu lancar banget. Sempat istirahat di rest area sebelum pintu tol keluar Sadang, dan makan di RM. Ciganea yang sambal terasinya maknyus. Sampai dirumah tepat jam 21:30. Kemudian check rekan-rekan yang naik motor dan start dari Bandung jam 3 sore, ternyata juga baru nyampe semua dirumahnya masing-masing, kena macet parah dari mulai Bandung sampai Cianjur. Setelah Cianjur mereka ambil jalan lewat Jonggol dan cukup lancar. Sekian dulu cerita touringnya yang kurang vitamin, sampai ketemu pada acara touring selanjutnya yang mudah-mudahan akan lebih seru dan berkesan.