BIKER

12 Feb

Banyak orang yang menjadi seorang biker bukan karena hobby nya tapi karena tuntutan pekerjaannya yang memaksa untuk menggunakan sepeda motor ditengah arus lalu lintas yang padat didalam kota, agar tidak terlambat sampai tujuannya. Mungkin disatu masa nanti, bila pemerintah sudah sangat serius untuk menghadirkan serta mengelola fasilitas angkutan umum dalam kota, maka banyak biker kepaksa ini akan pensiun. Seorang yang memang hobby bermotor dan bukan karena terpaksa harus naik motor, pasti disetiap kesempatan yang dimiliki akan keluyuran keluar kota dengan sepeda motornya, menikmati alam sepanjang perjalanan kekota tujuan. Para biker ini pasti sering mendapatkan pertanyaan, entah dari isteri, keluarga atau teman yang tidak punya hobby naik motor, dengan pertanyaan bernada seperti ini : “Apa sech enaknya naik motor jauh-jauh, udah kepanasan, kehujanan dan rawan celaka lagi”.
Pertanyaan yang begini memang susah sekali ngejawabnya, dalam sebuah kaos (T shirt) dari merchandise Harley Davidson, ada tertulis  “If I have to explain, you wouldn’t understand”. Jadi itu mungkin jawaban yang pas. Karena gak mungkin juga lah akan mengerti, biar dijelaskan seperti apapun, wong emang hobby nya gak sama. Seperti kalau kita nanya kepada orang yang hobby panjat tebing, mau dijelasin kayak apa juga, tetap aja kita godek-godek melihat keberanian mereka saat manjat.

Ngobrol mengenai berbagai pengalaman suka duka dalam bermotor ria, tentunya harus dengan rekan yang memang punya hobby naik motor juga, lebih bagus lagi dengan rekan yang sering jalan bersama disaat touring. Bila obrolan mengenai motor sudah nyambung, gak akan kerasa kalau sudah ngabisin kopi 3 gelas dan beberapa batang rokok. Apa saja jadi bahan ceritaan, mulai dari setelan motor, merek busi yang bagus, aksesoris motor, aksesoris biker, kondisi jalan, pengalaman lucu atau menjengkelkan di jalan, sampai tempat penginapan saat bermalam.
Terkadang ada pengalaman apes yang setelah jadi bahan ceritaan malah membuat kita tertawa. Cerita dari seorang rekan biker saat touring dari Jakarta ke Jogya, dia mengalami pecah ban di Slawi, kemudian kena lobang dan velg nya bengkok dijalan raya Pekalongan, ditilang polisi saat mau masuk Jogya, ketanggur pas ada razia, lampu sen gak nyala, terakhir nyeruduk mobil orang hingga harus gantiin kaca lampu belakang yang pecah. Masih ketambahan apesnya saat makan malam di sebuah rumah makan, pesan minum es coklat, lama gak datang Tanya ke pelayan, lama gak datang Tanya lagi ke pelayan yang lain, begitu datang minumannya berjumlah 4 gelas, semua biker yang saat itu sedang makan juga, jadi ngakak.

motor bro petor

Sebagai biker, tentunya keinginan menjelajah tempat-tempat yang indah atau unik untuk dikunjungi, minimal paling tidak tempat indah yang ada di tanah air dari Sabang sampai Merauke, maunya sech bisa touring ke mancanegara juga, tapi masih belon ngamper dompetnya. Setiap ada kesempatan libur kantor, semua biker pasti berharap bisa dimanfaatkan untuk melakukan touring, baik bersama rekan ataupun sendiri (Lone Rider). Tour sendirian adalah pilihan terakhir karena kurang berkesan, gak ada acara bercanda dan tertawa bersama dengan biker yang lain. Tertawa dan bercanda dalam perjalanan disaat sedang berhenti untuk makan, ngisi bensin ataupun sekedar melepas lelah sangat bermanfaat banget untuk mengusir rasa lelah sehingga bersemangat lagi menempuh rute berikutnya.

rehat di pantura
Biker yang punya keluarga (anak dan isteri), sebagai kepala keluarga yang baik, pasti akan mendahulukan kesenangan bersama keluarga terlebih dahulu saat ada liburan, dibanding touring dengan rekan biker. Isteri yang toleran dengan hobby suami, pasti juga akan memberikan ijin sekali-sekali saat liburan kepada suaminya untuk touring agar suaminya bisa lebih fresh sekembali dari menjalankan hobby. Syukur-syukur Kalau kebetulan isteri mempunyai hobby yang sama, naik motor, nah klop sudah. Paling tidak sekali dayung dua pulau terlampaui. Touringnya dapat, ngemong isteri juga dapat. Bila anaknya masih kecil untuk sementara bisa titip di kakek dan neneknya dulu, kalau anaknya sudah besar, biasanya sudah punya acara sendiri, yang orang tua susah buat ngajak libur bersama.

kebun teh pagilaran

Melakukan touring, sangat membutuhkan perhitungan biaya yang tepat, gak mungkin touring pakai gaya bonek, Kalau Cuma soal tempat makan dan bermalam bisa dimana saja, yang jarang diperhitungkan adalah bila dalam keadaan darurat, seperti motor dapat problem dan butuh masuk bengkel dan penggantian komponen, atau ada kejadian yang tidak diharapkan sehingga harus keluar biaya yang tidak terduga. Jadi touring memang harus dilakukan dengan perencanaan yang matang, agar dengan waktu libur yang mepet, bisa mendapatkan perjalanan yang berkesan serta tidak terlambat masuk kantor kembali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: